KERIUHAN DI SENYAP HATI
Katanya cerpen (lagi dari) WIKO ANTONI Japri bukan nama yang keren. Bahkan, di kelas SMA dulu, nama itu sering dijadikan bahan candaan. “Japri—jalur pribadi,” kata teman-temannya sambil tertawa. Ironisnya, sekarang, di usia tiga puluh dua, makna jalur pribadi itu benar-benar hidup dalam dirinya: ia mencintai seseorang secara pribadi, diam-diam, dan sepenuhnya rahasia. Namanya Lusi Prameswari. Wanita dengan senyum yang seperti spons iklan pasta gigi: terlalu putih untuk jadi nyata, tapi entah kenapa membuat dada Japri berdebar seperti modem zaman 2000-an yang susah konek. Setiap malam, Japri membuka Instagram Lusi. Ia scroll dengan hati-hati, seperti orang membuka kitab suci yang ia tahu tak pantas ia baca. Foto Lusi di kafe, di pantai, di pesta. Caption-nya kadang berisi kalimat motivasi berbahasa Inggris patah-patah: “Be yourself, but better version of you.” Japri ingin menulis komentar, “Aku mau jadi versi terbaikku, tapi versiku gak punya uang.” Namun ia tahan. Ia hanya menekan...