TIKAM JAN JADI BENCANA puisi Wiko Antoni


rerumputan menari nari
di hati nan sunyi menyepi
dan sapa lembut cahaya mentari
menyambut pagi kekasih hati

siapa ucap kata sehati
kemana arah sumpah semula
kini hanyalah bertikam lidah
kata sengketa merubah arah

kekasihku
dimana salah dimana amarah
sehingga badai menerjang sampan asmara
dah karam kita dilautan cinta
meyeka nyeka si air mata

aku bukan nak paksakan rasa
bukan pula mengemis rasa
tapi kisah laluan bersama
haruskah begini akhir kisahnya

lupa dzikir sesatlah fikir
lupa syukur jatuh tersungkur
mengapa kita tak belajar rela
menjaga cinta dan yang kita punya

pada azali segala cinta
bermula tatap tajam menikam
berpasrah rela aku dimalam sepi
semoga duga an ini hanyalah sementara
menguji tekad kita berdua

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HUJAN MALAM RINDU

KERIUHAN DI SENYAP HATI

RANTAU SANG LARAS NOVELLA WIKO ANTONI