KEMBOJA PUTIH PUISI WIKO ANTONI

Adakah luka nan sebanding

Bila aku tiada kembali ke diri
Saat bagian dari jiwa ini
Pergi tanpa pernyataan
Dan bersemedi di pelukan bumi
Tanpa kata, tanpa tangis

Namun setangkai kembangpun tiada
Apalagi sebaris kata
Mengantarkan cinta ke awan biru
Di pelukan wanita wanita syurga
Hanya tawamu saat bulan menatap pilu
Dan aku dirudung pilu air mata beku

Kemboja putih di pelataran sepi
Memancarkan cahaya silau air mata
Di lalu laluan penuh kerikil tajam dan duri
Menyepi menyendiri menebar wangi luka
Di kaki malam dan tak terjejak
Angin menakuti daku akan dosa dan nista
Nan tak bisa di jemput kembali

Ini nan dikata
Dakwa tanpa pengadilan
Sakit tanpa luka
Atau ruam nan tiasa berbekas
Di jantung nan bertali genting
Dan hati nan hampir mati
Masa desir darahpun penuh tuntutan

Inilah makna
Salah langkah jatuh tersungkur
Salah pilih diri tersisih
Salah pandangan rusak tatapan
Salah kata cinta biasa
Duka jadi bara
Cinta jadi dusta
Janji jadi duri
Di mana berdiam hanyalah api

Manakala pagi menikam lelap
Dan lena menghentak mimpi
Masih aku merindukan wajah kekasih
Nan berlari di taman syurga
Bersama ketidak pastian
Sanggup kah aku kesana
Buat peluk cium hakikatnya


Komentar

Postingan populer dari blog ini

HUJAN MALAM RINDU

KERIUHAN DI SENYAP HATI

RANTAU SANG LARAS NOVELLA WIKO ANTONI