ANIMA PUISI WIKO ANTONI
perjalanan di gurun sepi
kembara mencengkram tapak kaki
cinta sejati di dalam diri
memantulkan cahaya di langit tinggi
senyuman semalam di telaga mimpi
menitipkan wajah wanita wanita nan kurindu
namun siapa yang akan memeluknya
kalau kau hanyalah pantulan kasih sany maha sejati
mawar wangi telah tikam duri
aroma melati ternyata racun berbisa
beraneka bunga elok di pandangan mata
nyatanya Hanya pembawa resah derita
dari Balik mata nan terpejam
ruam ruam membangun kesadaran
semua hanya bayangan kelam
atau goresan pedih sang laluan
Anima..
jari jemari sang maha cinta
anima
senyuman penyembuhan dalam misteri rasa
asmara
kalimat sakti dialam mimpi
sang Cinta
tak pernah pergi di istana Dada
Komentar
Posting Komentar