MISTERI KABUT puisi Wiko Antoni
Di batu, kutemui diriku
retak, tapi bertahan.
Di angin, kudengar suaramu
tak berkata, tapi hadir.
Ada nyala yang tidak terbakar,
seperti matamu dalam kabut senja,
dan jejakmu,
tak pernah kulihat
tapi kutahu:
langkahku selalu menuju ke sana.
Jangan sebut namamu,
karena gunung ini tidak butuh gelar.
Cukup tatapanku,
menunggu pada lembah
yang tak kau jamah
tapi selalu kau jaga.
bidadari...
kau menari dalam kabut sepi
bidadari...
kau tersenyum diremang sunyi
bidadari...
kau legenda sepanjang masa
Komentar
Posting Komentar