MENUTUP PILU MERAUNG RINDU puisi Wiko Antoni

 


mawar menebar racun di sela duri
saat embun mengabut menjelang senja
masih ada ruam nan tiada reda
di dada sakit luka semalam

wajahmu nan penuh lara
dihempas badai nan tak kunjung sirna
dan cinta ini masih berbahang
memilu rindu di syahdu lalu

Gerimis
menulis lukis lara dalam rintih
gerhana
cinta luka tak kunjung usai jiwa

asmara
dara meraungkan kesal tiada sudah
dihias warna warni harapan resah

kaulah api
kaulah diri, sang cinta rindu abadi
kaulah air
nan menyirami kerontang rasa ada

kaulah segalanya
kaulah awal dan akhir kata cinta
kaulah jua
kesan mengesan abadi tiada berawal

ditiap tarikan nafas
masih ada dirimu
ditiap degup dalam dada
hanyalah padamu yang damba
segala damba jiwa ini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HUJAN MALAM RINDU

KERIUHAN DI SENYAP HATI

RANTAU SANG LARAS NOVELLA WIKO ANTONI