KABUT DAN RINDU puisi Wiko Antoni
kau datang
bersama kabut dingin
menyentuh wajah yang lupa tersenyum
rinai menempel
di gigil lelaki yang menunggu mimpi
aku berjalan
menyusuri jalan terjal luka
setiap bisik
mengguratkan rindu yang tak bertepi
wajah-wajahmu muncul
memanggil pulang
tapi kaki ini masih terperangkap
di rahasia yang tak tersentuh kata
kisah-kisah tertulis
di tepi waktu
cemburu menempel
kehilangan menusuk
hapuskan air mata?
tak mampu
karena cinta
tak pernah mula
dan tak kan ada akhir
wahai kasih sejati
yang tak mungkin kugapai
Komentar
Posting Komentar