Gerimis di Nilo Dingin Puisi Wiko Antoni
Kala pancur menyertai kabut
Tersisa hanya gigil di gemeretak Gigi
Dan langit menyembunyikan mentari
Laluan basah menyipratkan kesepian
Mata menembak bukit dan lembah
Menagih rimdu nan belum terkuak
Dan masa terus mengancam usia
Di detak detik jantung nan lemah
Ini Perjalanan menjemput cinta
SDi pertarungan asa dengan tekad
Sementara helai helai rerumputan
Menari lambai di tepi perjalanan
Ini bukan petualangan pahlawan
Tapi lelaki badai nan enggan tuk kalah
Meskipun telapak kaki terluka
Dan ayunan langkah kian goyah
Akulah si penadah cinta
Dan paksa diri patuh dan takluk
Walau dalam kesakitan nyata
Ku Tahu cinta tak pernah jauh
Dari desir darah dan detanyu nadi
Nilo Dingin -Danau Pauh
6-11-25
Komentar
Posting Komentar