DINGIN SANG KABUT

desiran angin sambut gigil di Tanah basahBersama pancur nan menyapa gerimis malu malu

Di lembah tampak tarian sang angin

bukit menari diterjangan sang badai
Bersama perjalanan nan berselimut sepi liku berliku sang pendakian

Bunga' bunga menerjang aroma wangi
Bermain tangkai di kelopak warnanya
Bercanda gemulai di seluruh daunnya
Menikam resah dengan nuansa
Di embun pada tiap-tiap ranting

Di hamparan, kelam pandangan bertarung keindahan
Liku bukit barisan lekuk lembah pegunungan dan gemeretak gigi
Beradu kisah dengan kasih di horizon nan tak bisa hadir
Sebab tebing lebih kuasa menjajah mata

Langkah rahman dan rahim
Membekap jiwa kosong nan tenang'
Bersemedi diam.dipelukan abadi
Walau jasad terus memburu rindu
Hakikat menatap cinta maha cinta
Berpelukan dan tak ingin kemana
Sebab beranjak adalah fana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HUJAN MALAM RINDU

KERIUHAN DI SENYAP HATI

RANTAU SANG LARAS NOVELLA WIKO ANTONI