BELAJAR PADA KABUT Puisi Wiko Antoni


datang pergi melayang dinakodai angin
Menutup dingin dengan gerimis hati
Menawarkan kegelapan namun menapak keindahan
Kau hiasan alam sebagai wajah Sang Sejati

Saat guntur mengirim hentakan
Sang sepi tersentak mengingatkan
Bahwa sang cinta masih setia mengatur alur kehidupan
Tanpa lena tidur maupun kelelahan

Hempasan demi benturan
Nak hancurkan jiwa dalam luluh rindu
Tikam hidup gurih jiwa
Ajarkan rasa sakit pembentukan
Bak tanah liat nan dijadikan mahaseni indah

Kaulah cahaya itu
Kaulah cinta suci ini
Kau pula mahligai sunyi
Kau sebenar benarnya keindahan hakiki

(Outro)
Wanita menipu dengan senyuman
Bila ia tak tahu jalan pulang
Lelaki akan memburu kosong
Bila tak kembali pada diri

Dan aku
Tak sudi dipermainkan rasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HUJAN MALAM RINDU

KERIUHAN DI SENYAP HATI

RANTAU SANG LARAS NOVELLA WIKO ANTONI