MERAUNG

Puisi Wiko Antoni 


Pekik sunyi lelaki malam

Dipeluk Kenangan hitam legam

Namun dak tahukah engkau 

Inilah si pemuja dikau dengan doa


Dah habis kikis asa dan rasa

Kering punah si air mata

Masih jua kabut menutupi mata

Menghalangi tatap suci rindu azali


Udah dikau tangisi

Daku nan meraungkan cinta

Udah engkau nak peduli 

Bening titik di pelipis mata


Dah ku tempat

Rasa ini di batu rindu

Dah ku tulis 

Namamu di langit biru


Aku memuja bukan sekedar puja

Aku merindu bukan sekedar kasih

Karana aku adalah seorang pria

Nan di paksa memeluk jiwa melepaskan raga


Di malam bintang balik pulang

Kuraba bayangan cinta mati hati

Dan namamu 

Kutulis di nisan nisan sepi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HUJAN MALAM RINDU

KERIUHAN DI SENYAP HATI

RANTAU SANG LARAS NOVELLA WIKO ANTONI