Di Batas Fana

Puisi Karya WIKO ANTONI 


Berdiri dalam kabut nan tak pernahlah usai 

Samar menuju cahaya bercahaya dibalik rahasia 

Megeja eja laluan nan menghantarkan ke destinasi 

Ini keniscayaan nan bukan kemahuan


Dah gigil di gerimis 

Dah letih di terjal daki dakian

Tak faham akan arah nan mengelam

Namun mesti tak suka ia terus bergulir jua


Sesak nafas cinta pada pandangan palsu

Dikungkung raga nan banyak pinto pintak

Namun azali keinginan bagaikan api

Membakar namun kian mendinginkan 

Itu nan di kata api suci penebusan 


Ruang ini adalah ilusi 

Tuju itu ketiadaan 

Asbab semua nan nyata cumalah bayang

Nan menjerat segala ambisi kelam


Senyum dikau pagi ini

Hanyalah wajah indah namun Tiada 

Sebab tanah diukir jadi daging

Bukan hakikat abadi nan sejati 


Semua nyata adalah maya

Segala ada cumalah bayangan 

Cinta sejati sang maya suci

Tersimpan jauh diketiadaan 

Di sunyi sepi

Di rahasia demi rahasia 

Nan berdegup tiap saat


Rantau panjang 20-10-25

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HUJAN MALAM RINDU

KERIUHAN DI SENYAP HATI

RANTAU SANG LARAS NOVELLA WIKO ANTONI