ANIMA

 Puisi: ANIMA


Oleh: Wiko Antoni


aku bersalaman dengan Tangan Tuhan

tapi tiba-tiba tangan itu adalah cermin diri sendiri


saat aku ingat betapa cantiknya

aku akhirnya tahu

bidadari itu ada dalam diri


lantas apa yang aku buru?

syurga yang tak ada

atau jemari lembut nan tak terlukiskan


dan mereka

masih sibuk menghitung

jasa-jasa mereka pada Tuhan



---


Catatan:


Tangan Tuhan jadi cermin → visual absurd: tangan ilahi memantulkan wajah pembaca sendiri.


Bidadari dalam diri → absurd tapi filosofis: pembaca tersadar bahwa keindahan hakiki selalu ada di dalam, bukan di luar.


Syurga tak ada vs jemari lembut → komedi eksistensial: kita mencari simbol tak tergapai, padahal keindahan yang nyata tak bisa dipegang.


Mereka menghitung jasa → ironi absurd: orang sibuk skor-keeping spiritual, lupa nikmati cahaya nyata.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

HUJAN MALAM RINDU

KERIUHAN DI SENYAP HATI

RANTAU SANG LARAS NOVELLA WIKO ANTONI