Badai Berkasih

Puisi Wiko Antoni 


Saat kau menghantam dada dengan cinta

Bergetar seluruh raga meradang jiwa

Berderai lah air mata

Hamba tiba di destinasi 

Bahwa semua hanya hampa 


Kepahitan. Kesedihan. Kehilangan.

Mengiris bahagia nan kian lama kian menjauh 

Sementara apa nan di buru angan adalah kekosongan 

Sepi. Senyap - sunyi

Hanya bara nan kian redup

Disiram air mata 


Semua berharap cinta yang bahagia 

Ibu dari segala cinta memeluk dan melepaskan 

Ayah saru segala bijaksana menasehati dan membiarkan 

Dan Nur sang sejati membakar membakar dan membakar 

Tinggal abu dan beterbangan mengembara 

Di alam nan tak dikenali 


Jiwa terpecah, belah kepingan cahaya 

Menunggu kembali menyatu pada asal

Namun jalan pulang bukan hal mudah

Rintangan goda syahwat Dina sang raga

Menggoda. Memanggil, menarik agar lumpur lumpur itu kembali kotori kesetiaan 


Yang satu ini tak terhingga 

Nan tak terkira ini satu saja

Ia tiada, tiada, tiada 

Keinginan sang tiada ciptakan keributan di ruang nyata

Bayangan nan meraba menghadang bersuara berkeinginan 

Dari keinginan nan tiada 


Retakan jiwa menyentuh dan terbakar 

Sisanya bertahan demi fana nan tetap harus dijalani.

Hingga sang ajal membawa sisanya

Pulang ke asalnya dan sirna


πŸ••πŸ•’πŸ•žπŸ•‘πŸ•”πŸ• πŸ₯€πŸ• πŸ•ŸπŸ•“πŸ•

Pelataran sang sejati 6/9/25

πŸŒΏπŸŒΏπŸŒΏπŸŒΏπŸ’”♥️πŸ’”πŸŒΏπŸŒΏπŸŒΏπŸŒΏπŸŒΏπŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€#penyairuniversitasmerangin

#wikoantoni

#penyairjambi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HUJAN MALAM RINDU

KERIUHAN DI SENYAP HATI

RANTAU SANG LARAS NOVELLA WIKO ANTONI